Archive for the ‘Even Olahraga’ Category
You are currently browsing the archives for the Even Olahraga category.
You are currently browsing the archives for the Even Olahraga category.
Dengan populasi melebihi 235 juta orang, Indonesia merupakan negara ke-4 di dunia yang paling padat penduduknya. Sayangnya, prestasi Indonesia di dunia olah raga tidak sebanding dengan penduduknya. Dari semua olahraga, Indonesia telah paling berhasil dalam bulutangkis, bola basket adalah lima olahraga terbaik di negara ini.
Liga utama bola basket Indonesia adalah National Basketball League (NBL). Liga utama bola basket Indonesia musim pertama digelar pada tahun 2010. Dulunya pertandingan bola basket nasional di Indonesia disebut Basketball League Indonesia, dan sebelum itu adalah Liga Kobatama. NBL mewajibkan para peserta adalah pemain Indonesia. NBL terdiri dari 10 tim dari seluruh Indonesia.
Berikut nama 10 tim yang unjuk gigi di ajang NBL Indonesia:
Liga ini memiliki format yang menarik, di mana sebulan sekali semua tim dari sepuluh tim peserta datang ke satu lokasi dan bermain dalam lima pertandingan selama seminggu di lokasi yang sama. Berikut format pertandingang NBL Indonesia:
NBL dibiayai oleh perusahaan DBL Indonesia. Organisasi ini, didukung oleh konglomerat DKI Pos media. DBL adalah perusahaan besar yang memiliki lebih dari 25.000 siswa basket di seluruh dunia. DBL diharapkan dapat mewujudkan harapan besar untuk memantapkan masa depan basket profesional di Indonesia dengan menyediakan dana untuk pertandingan, mengembangkan pemain di tingkat akar rumput.
Prestasi olah raga Indonesia yang paling menonjol berasal dari cabang olah raga bulu tangkis. Cabang ini yang dulu menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang selalu pulang dengan emas di setiap kompetisi bulu tangkis internasional. Memang Indonesia dulu begitu digdaya bila sudah bicara masalah olah raga yang menggunakan raket dan kok dari bulu angsa tersebut, kejuaraan bergengsi seperti All England, Olimpiade, Thomas Cup dan Uber Cup pernah diraih oleh para atlet bulu tangkis Indonesia.
Akan tetapi yang menjadi masalah sekarang dominasi Indonesia dalam kancah perbulutangkisan dunia menurun bahkan kian tergerus. Sekarang negara yang paling mendominasi olah raga badminton ini yaitu China. Prestasi atlet Indonesia cenderung stagnan dan tidak berkembang. Atlet-atlet pun masih didominasi wajah lama seperti Taufik Hidayat dan kawan-kawan. Belum ada wajah baru atau wajah muda yang menghiasi timnas badminton. Hal ini berkebalikan dengan negara-negara lain seperti China, mereka berani menampilkan para pemain mudanya dalam ajang-ajang bulu tangkis dunia.
Menyikapi hal di atas, sudah saatnya Indonesia melakukan regenerasi berkelanjutan yang terprogram secara matang guna menghadapi gempuran pemain muda China yang semakin keras. Saat ini baru beberapa klub badminton besar saja yang bisa berbicara banyak dalam ajang olahraga bulu tangkis Indonesia. Dan cenderung masih terpusat di pulau Jawa. Akibat kekurangmerataan dalam pembinaan ini kemungkinan besar mengakibatkan bakat-bakat atlet di daerah belum terakomodir. Saya yakin bila dari jutaan rakyat Indonesia ini pasti memiliki beberapa orang yang memiliki potensi untuk menjadi atlet yang handal dan berprestasi bila dipoles dengan sistem dan latihan yang baik.
Dalam setiap ajang internasional hendaknya PBSI tidak ragu lagi menurunkan atlet-atlet muda. Hal itu bertujuan agar para atlet muda bulu tangkis Indonesia ini memiliki jam terbang yang cukup dalam event internasional dengan atmosfer pertandingan yang ketat. Pembinaan atlet usia dini juga perlu kembali digalakkan. Dengan pembinaan dan regenerasi yang mapan dan terstruktur dengan baik bukan mustahil Indonesia bisa kembali meraih supremasi tertinggi dalam bidang olah raga bulutangkis di masa depan.
Sepak bola telah menjadi magnet tersendiri bagi semua orang yang terlibat maupun tidak terlibat di olah raga ini. Sehingga banyak cara untuk mendapatkan pemain yang baik dan bisa membela negara dimana pemain tersebut bermain. Salah satu cara untuk mendapatkan pemain yang berkualitas adalah dengan proses naturalisasi.
Naturalisasi merupakan cara atau proses untuk mendapatkan pemain yang baik dan berkualitas dengan memberikan hak kewarganegaraan terhadap warga asing dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Di bidang sepak bola sebenarnya proses naturalisasi pemain ini sudah banyak dilakukan oleh Negara-negara lain. Di Indonesia mungkin baru akhir-akhir ini istilah ini mencuat dan menjadi bahan pembicaraan di masyarakat.
Sebagai contoh pemain naturalisasi Timnas Indonesia saat ini adalah Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Dua pemain ini merupakan hasil proses naturalisasi yang dilakukan oleh Persatuan sepak Bola seluruh Indonesia (PSSI). Dan hasilnya sudah kita lihat bersama saat ajang piala AFF kemarin yang mengantarkan Timnas Indonesia menjadi runner up.
Beda lagi dengan Pilipina, mereka menerapkan naturalisasi secara besar-besaran. Hampir seluruh pemain yang memperkuat Timnas sepak bola nya merupakan hasil naturalisasi. Hanya beberapa pemain yang merupakan produk lokal Negara tersebut. Begitupun dengan Timnas sepak bola Vietnam, Negara ini juga menerapkan naturalisasi terhadap pemainnya dengan harapan mampu memberikan prestasi yang terbaik.
Cristian Gonzales bisa dikatakan sebagai produk naturalisasi murni timnas sepak bola Indonesia, meskipun ada nama lain yaitu Irfan Bachdim tetapi pemuda kelahiran Belanda ini masih mempunyai darah Indonesia. sedangkan Gonzales merupakan produk luar negeri yang di naturalisasikan.
Cristian Gonzales besar di luar negeri dan mendapatkan pendidikan sepak bola di akademi sepak bola Uruguay sudah pasti kualitasnya tidak beda jauh dengan pemain timnasnya yang berhasil menjadi runner up piala dunia. karena pernikahannya dengan wanita Indonesia akhirnya dia memilih berganti kewarganegaraan Indonesia.
Di Timnas Garuda U23 pun saat juga mencoba menerapkan proses naturalisasi untuk mendapatkan pemain keturunan yang baik. Sehingga nanti diharapkan dapat membela Indonesia di ajang Sea Games 2011. Kita lihat saja bagaimana hasil dari proses naturalisasi yang telah diterapkan oleh PSSI ini, apakah akan membawa kemajuan di persepakbolaan Indonesia atau malah kemunduran.
Nama Pemain Naturalisasi Indonesia
Perkembangan olahraga renang Indonesia memang tidak sebagus dan secerah perkembangan olahraga bulu tangkis di Indonesia. Hal ini dipicu oleh kolam renang di Indonesia yang belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat ini fasilitas olahraga renang di Indonesia sudah sangat memadai. Umumnya setiap kota di Indonesia telah memiliki kolam renang. Hal ini berpengaruh positif terhadap prestasi atlet renang Indonesia di ajang internasional.
Akhir-akhir ini tim renang Indonesia telah berhasil menujukkan prestasinya di kancah internenasional. Namun hal itu tidak sebanding dengan prestasi yang diukir oleh negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di ajang internasional internasional Indonesia masih belum bisa menyaingi negara tersebut.
Berikut beberapa prestasi yang pernah diraih oleh tim renang Indonesia:
Untuk menghadapi Sea Games 2011, 28 perenang dari berbagai provinsi di Indonesia masuk pelatnas untuk SEA Games 2011. Berdasarkan jumlah tersebut, Jawa Barat, merupakan provinsi yang terbanyak menyumbangkan atletnya (sebanyak 11 orang). Setelah itu, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah yang masing-masing mengirimkan empat perenang, sedangkan Bali dan Kalimantan Timur mengirimkan dua perenang, setelah itu Sumbar , Sumut , Yogyakarta, dan DKI masing-masing hanya satu atlet.
Diharapkan setelah mengikuti pelatnas mereka dapat bersaing dengan atlet renang luar negeri, khususnya dalam ajang SEA Games 2011. Selama proses pelatnas ini para atlet akan dinilai kemampauan dalam berenang. Hartadi Nurjojo, pelatih pelatnas menyatakan bahwa seleksi siapa yang akan mewakili Indonesia dilakukan sistem promosi-degradasi. Hingga saat ini belum ada kepastian siapa saja yang mewakili Indonesia pada SEA GAMES mendatang.
Latihan di pelatnas sangat padat, hal ini karena sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan 6 medali emas. Semoga latihan rutin dan giat ini dapat mempermudah jalan Indonesia dalam meraih target tersebut.